Diagram use casedan diagram urutan saling melengkapiAlat UMLyang bekerja bersama untuk memberikan pemahaman menyeluruh tentang fungsi dan perilaku sistem. Panduan ini akan membimbing Anda cara menggunakan diagram-diagram ini secara efektif bersamaan, dengan contoh praktis dan penjelasan mendalam.
Diagram use case merepresentasikan fungsi tingkat tinggi (use case) dari suatu sistem dan aktor eksternal (pengguna atau sistem lain) yang berinteraksi dengan fungsi-fungsi tersebut. Mereka membantu mengidentifikasiapayang harus dilakukan sistem dari sudut pandang pengguna. Use case digambarkan sebagai oval, aktor sebagai gambar figur batang, dan hubungan menunjukkan interaksi atau ketergantungan.
Contoh:Pertimbangkan sistem perbankan online. Diagram use case mungkin mencakup aktor seperti Pelanggan, Administrator Bank, dan Gateway Pembayaran Eksternal. Use case bisa mencakup ‘Masuk’, ‘Transfer Dana’, ‘Lihat Laporan’, dan ‘Kelola Akun’. Hubungan akan menunjukkan aktor mana yang berinteraksi dengan use case mana, memberikan gambaran jelas mengenai cakupan fungsional sistem.
Diagram urutan memodelkanbagaimanadengan menunjukkan urutan pesan yang ditukar antar objek (instans kelas) seiring waktu untuk mewujudkan suatu use case tertentu. Mereka menggambarkan lifeline untuk objek dan alur interaksi yang diurutkan menurut waktu yang dibutuhkan untuk melakukan perilaku use case.
Contoh:Untuk use case ‘Transfer Dana’ dalam sistem perbankan online, diagram urutan akan menunjukkan interaksi antar objek seperti Pelanggan, Akun Bank, Pemroses Transaksi, dan Gateway Pembayaran Eksternal. Diagram ini akan menggambarkan urutan pesan, seperti ‘Permintaan Transfer’, ‘Validasi Akun’, ‘Proses Transaksi’, dan ‘Konfirmasi Transfer’, memberikan tampilan rinci mengenai perilaku dinamis dan kolaborasi yang dibutuhkan untuk menerapkan fungsionalitas tersebut.
Identifikasi dan modelkan use case kunci dan aktor untuk sistem Anda. Ini memberikan gambaran jelas mengenai cakupan fungsional sistem dan interaksi pengguna.
Contoh:Untuk sistem manajemen perpustakaan, diagram use case mungkin mencakup aktor seperti Pustakawan, Anggota, dan Administrator. Use case bisa mencakup ‘Pinjam Buku’, ‘Kembalikan Buku’, ‘Cari Katalog’, dan ‘Kelola Persediaan’. Hubungan akan menunjukkan aktor mana yang berinteraksi dengan use case mana, membantu menentukan kebutuhan fungsional sistem.
Pilih satu use case tertentu (misalnya, ‘Pinjam Buku’) yang ingin Anda eksplorasi lebih lanjut. Use case ini akan menjadi dasar dari diagram urutan Anda.
Contoh:Dalam sistem manajemen perpustakaan, memilih use case ‘Pinjam Buku’ akan melibatkan identifikasi interaksi utama dan langkah-langkah yang dibutuhkan agar anggota dapat meminjam buku. Ini mencakup memeriksa ketersediaan buku, memperbarui akun anggota, dan mencatat transaksi.
Modelkan objek-objek yang terlibat dalam skenario use case (misalnya, Anggota, Buku, Basis Data Perpustakaan, Log Transaksi). Tunjukkan interaksi (pesan) antar objek tersebut dalam urutan terjadinya untuk memenuhi use case. Ini menjelaskan secara jelas perilaku dinamis dan kolaborasi yang dibutuhkan untuk menerapkan fungsionalitas tersebut.
Contoh: Untuk kasus penggunaan “Pinjam Buku”, diagram urutan akan menunjukkan interaksi antara Anggota, Buku, Basis Data Perpustakaan, dan Log Transaksi. Diagram tersebut akan menggambarkan urutan pesan, seperti “Permintaan Buku,” “Periksa Ketersediaan,” “Perbarui Akun Anggota,” dan “Catat Transaksi,” memberikan tampilan rinci tentang perilaku dinamis dan kolaborasi yang diperlukan untuk menerapkan fungsionalitas tersebut.
Selain alur utama, buat diagram urutan tambahan untuk menggambarkan alur alternatif atau alur ekssepsional dalam kasus penggunaan tersebut.
Contoh: Untuk kasus penggunaan “Pinjam Buku”, alur alternatif mungkin melibatkan skenario di mana buku tidak tersedia. Diagram urutan untuk alur alternatif ini akan menunjukkan interaksi seperti “Permintaan Buku,” “Periksa Ketersediaan,” “Beritahu Ketidaktersediaan,” dan “Sarankan Alternatif,” memberikan tampilan rinci tentang bagaimana sistem menangani penyimpangan.
Jaga pelacakan dengan menghubungkan diagram urutan kembali ke kasus penggunaan yang sesuai, memastikan navigasi yang jelas antara kebutuhan tingkat tinggi dan interaksi rinci.
Contoh: Dalam sistem manajemen perpustakaan, menghubungkan diagram urutan untuk kasus penggunaan “Pinjam Buku” kembali ke diagram kasus penggunaan memastikan bahwa pemangku kepentingan dapat dengan mudah menavigasi antara gambaran umum tingkat tinggi dan interaksi rinci. Pelacakan ini membantu menjaga kejelasan dan konsistensi sepanjang proses pengembangan.
| Jenis Diagram | Tujuan | Unsur Utama | Peran dalam Pengembangan |
|---|---|---|---|
| Diagram Kasus Penggunaan | Mencatat fungsi sistem dan aktor | Aktor, Kasus Penggunaan, Hubungan | Tentukan apa yang dilakukan sistem |
| Diagram Urutan | Memodelkan interaksi objek seiring waktu | Objek (garis hidup), Pesan | Tentukan bagaimana sistem berperilaku secara dinamis |
Diagram kasus penggunaan untuk toko buku online mengidentifikasi aktor seperti Pelanggan dan Administrator, dengan kasus penggunaan seperti “Tempatkan Pesanan” dan “Kelola Persediaan.” Hubungan menunjukkan aktor mana yang berinteraksi dengan kasus penggunaan mana, memberikan gambaran jelas mengenai cakupan fungsional sistem.
Contoh:
Diagram urutan memodelkan kasus penggunaan “Tempatkan Pesanan” dengan menunjukkan interaksi antara objek Pelanggan, Keranjang, Pesanan, dan Persediaan dalam urutan terjadinya. Ini menjelaskan perilaku dinamis dan kolaborasi yang dibutuhkan untuk menerapkan fungsionalitas tersebut.
Contoh:
Dengan menggabungkan diagram kasus penggunaan dan diagram urutan, Anda mendapatkan gambaran tingkat tinggi tentang fungsionalitas sistem serta tampilan rinci tentang interaksi yang dibutuhkan untuk mewujudkan fungsi-fungsi tersebut, memungkinkan komunikasi yang jelas dan desain sistem yang efektif.
Diagram Kasus Penggunaan:
Diagram Urutan untuk “Resep Obat”:
Diagram Kasus Penggunaan:
Diagram Urutan untuk “Checkout”:
Dengan memanfaatkan kedua diagram kasus penggunaan dan diagram urutan, Anda dapat mencapai pemahaman menyeluruh mengenai fungsi dan perilaku sistem. Diagram kasus penggunaan memberikan gambaran tingkat tinggi tentang apa yang harus dilakukan sistem, sementara diagram urutan memberikan pandangan rinci tentang bagaimana sistem berperilaku secara dinamis. Kombinasi ini menjamin komunikasi yang jelas, desain sistem yang efektif, dan implementasi sistem kompleks yang sukses.
Referensi:
[1] https://www.visual-paradigm.com/support/documents/vpuserguide/94/2577
[2] https://www.visual-paradigm.com/support/documents/vpuserguide/94/2577_sequencediag.html
[3] https://www.visual-paradigm.com/support/documents/vpuserguide/94/2575/6362_drawinguseca.html
[4] https://www.visual-paradigm.com/learning/handbooks/software-design-handbook/sequence-diagram.jsp
[5] https://www.visual-paradigm.com/VPGallery/diagrams/Sequence.html
[7] https://www.visual-paradigm.com/support/documents/vpuserguide/124_interoperabi.html
[8] https://www.visual-paradigm.com/support/documents/vpuserguide/94/2575_usecasediagr.html